Perbedaan antara sarung tangan rajutan mesin dan sarung tangan jahitan
Oct 07, 2024
Tinggalkan pesan
Perbedaan antara sarung tangan rajutan mesin dan sarung tangan jahitan

Perbedaan utama antarasarung tangan rajutan mesinDansarung tangan yang dijahitterletak pada proses pembuatan, kesesuaian, daya tahan, dan kasus penggunaannya:
1. Proses Manufaktur:
Sarung Tangan Rajut Mesin: Sarung tangan ini diproduksi menggunakan mesin rajut otomatis, yang secara mulus membuat sarung tangan dari benang kontinu. Metode ini menghasilkan sarung tangan yang mulus dan elastis. Proses merajutnya juga bisa bermacam-macam, seperti ukuran alat ukur (ketebalan), dan bahan seperti HPPE, Kevlar, katun, atau nilon bisa digunakan.
Sarung Tangan yang Dijahit: Sarung tangan ini dipotong dan dijahit dari panel kain, kemudian dijahit menjadi satu. Cara pembuatan tradisional ini sering kali menggunakan kulit, katun, atau bahan sintetis seperti poliester atau nilon.

2. Kesesuaian dan Kenyamanan:
Sarung Tangan Rajut Mesin: Konstruksi mulus umumnya memberikan kenyamanan dan fleksibilitas yang lebih baik. Karena dapat meregang, sarung tangan rajutan memberikan ukuran yang pas, sehingga memungkinkan lebih banyak ketangkasan dan pergerakan.
Sarung Tangan yang Dijahit: Sarung tangan ini mungkin memiliki jahitan yang kurang nyaman, terutama jika dipakai dalam waktu lama. Namun, sarung tangan ini menawarkan ukuran yang lebih terstruktur, sehingga bermanfaat untuk tugas yang membutuhkan sarung tangan yang lebih kaku.
3. Daya tahan:
Sarung Tangan Rajut Mesin: Kurangnya jahitan membuatnya tidak mudah robek atau pecah pada jahitannya. Daya tahannya tergantung pada bahan yang digunakan dan alat ukurnya. Sarung tangan yang lebih tebal (angka lebih rendah) seringkali lebih tahan lama.
Sarung Tangan yang Dijahit: Ini mungkin lebih rentan terhadap keausan pada jahitannya, terutama pada aplikasi tugas berat. Namun, bahan seperti kulit menawarkan daya tahan yang sangat baik, terutama dalam ketahanan terhadap abrasi dan tusukan.
4. Kasus Penggunaan:
Sarung Tangan Rajut Mesin: Biasa digunakan pada industri yang membutuhkan ketangkasan dan ketahanan terhadap pemotongan atau abrasi ringan hingga sedang, seperti perakitan, otomotif, elektronik, dan penanganan makanan. Seringkali mereka dilapisi dengan bahan seperti nitril, lateks, atau poliuretan untuk menambah cengkeraman dan perlindungan.
Sarung Tangan yang Dijahit: Ini lebih cocok untuk aplikasi tugas berat, seperti pengelasan, konstruksi, dan pekerjaan manual yang melibatkan bahan tajam atau abrasif. Sarung tangan dengan jahitan kulit lebih disukai di lingkungan dengan suhu tinggi atau untuk menangani material berat.
5. Biaya:
Sarung Tangan Rajut Mesin: Umumnya lebih hemat biaya karena proses produksi otomatis. Mereka dapat diproduksi secara massal dengan cepat.
Sarung Tangan yang Dijahit: Ini cenderung lebih mahal karena proses pemotongan dan penjahitan yang memakan banyak tenaga.
Singkatnya,sarung tangan rajutan mesinmulus, menawarkan ketangkasan yang lebih baik, dan biasanya digunakan dalam aplikasi tugas ringan hingga menengahsarung tangan yang dijahitmemberikan struktur yang lebih kaku dan disukai untuk tugas berat yang memerlukan daya tahan.
Kirim permintaan

